Rabu, 02 November 2011

Puisi Keluhan


Puisi Keluhan
Puisi keluhan yaitu “puisi yang menampakkan penderitaan pembicara karena ketidaksetiaan seorang kekasih, keadaan dunia yang merisaukan, ketidakbahagiaan, dan sebagainya” (Zaidan, dkk., 2004:161-162). Salah satu contoh puisi keluhan misalnya “senja di Pelabuhan Kecil” karya Chairil Anwar (1996:58). Puisi ini mengemukakan mengenai kesedihan-ketidakbahagiaan-aku lirik cintanya yang tidak bersambut.

SENJA DI PELABUHAN KECIL
Buat Sri Ajati

Ini kali tidak ada yang mencari cinta
di antara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut

Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelapak elang
menyinggung muram, desir hari lari berenang
menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
dan kini tanah dan air tidur hilang ombak

Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
menyisir semenanjung, masih pengap harap
sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap

Jika puisi ini ditulis Chairil Anwar untuk Sri Ajati maka puisi ini aku bacakan untuk seseorang yang jauh di sana. Semoga dia mengerti kegundahan yang ada di hatiku setelah membaca ini.

Puisi Lirik


Puisi Lirik
          Puisi lirik yaitu “puisi yang berisi curahan perasaan pribadi, terutama lukisan perasaan” (Zaidan, dkk., 2004:120-121). Puisi lirik juga diartikan sebagai “puisi yang dinyanyikan, karena itu ia disusun dalam susunan yang sederhana dan mengungkapkan sesuatu yang sederhana pula. Pada umumnya puisi yang pendek dapat digolongkan ke dalam jenis ini” (Semi, 1988:106). Salah satu contoh puisi lirik misalnya “kangen” karya Rendra (1981:66) berikut

KANGEN
Kau tak akan mengerti bagaimana kesepianku
Menghadapi kemerdekaan tanpa cinta
Kau tak akan mengerti segala lukaku
Kerna cinta telah sembunyikan pisaunya.
Membayangkan wajahmu adalah siksa.
Kesepian adalah ketakutan dan kelumpuhan.
Engkau telah menjadi racun bagi darahku.
Apabila aku dalam kangen dan sepi
Itulah berarti
Aku tungku tanpa api

Puisi Hermetis


Puisi Hermetis
Puisi yang merupakan ekspresi perseorangan dan bersifat curahan perasaan. Isi puisi sukar ditangkap karena lebih banyak mengandung majas bahasa dan lambing pribadi penyair (Zaidan, dkk., 2004:161) salah satu puisi hermetes ,misalnya “Darah Malam” karya Eza Thabry Husano (1985:12)

DARAH MALAM
Apa maunya malam
Menggunting jalan-jalan
Hingga terompahmu tersita darahnya
Royak telapaknya

Darah malam
Lepuh mendekam

Malam kotakpoos kelam
Surat cinta dari rembulan
Ke terompah kita
: tak henti-henti Nya

Jumat, 12 Agustus 2011

Puisi Takdir


Takdir

Bila Dia kehendaki;
kita siap sirna
tanpa keluh tanpa duka

Sebelum Tuhan menarik hak-Nya; Dia permisi
mematah garis ikhtiar manusia
tanpa kau sadari
kita sungguh tak kehilangan apa-apa
menurut cara-Nya
Karya: Ibramsyah Amandit

Rumah


Rumah
Yang kudambakan sekarang: sebuah rumah
punya kolam kecil berpagar kaktus dan keladi merah
bening berwarna putih kasa
air mata isinya

Kau istriku; diam-diam di rumah
Tenang semacam kolam halaman rumah
Wajahmu bening putih kasa
meskipun hiruk-pikuk dan balau anak-anak kita

Rumahku; rumah yang kudambakan
berhembus semilir angin di dalamnya
senyum berbunga semi sepanjang waktu
dengan mesranya menghantar bau mawar
digerbang kelambu….

Karya: Ibramsyah Amandit